Selasa, 12 Januari 2010
Hasil Survey Awal ke KAMARUNG
Hasil Survey Awal ke Sukamulya
Minggu, 10 Januari 2010
Pemetaan Sosial oleh Mahasiswa
PENDEKATAN SOSIAL, MODEL PERUBAHAN dan PENYULUHAN
Pendekatan Sosial
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKNM sebagai bagian dari anggota lembaga pembaharu, yaitu perguruan tinggi tempat dimana menempuh strudinya tentunya harus menyadari dari sejak awal bahwa untuk keberhasilan kegiatan KKNMnya, haruslah mampu untuk menjalin komunikasi atau melakukan pendekatan terhadap khalayak masyarakat sasarannya. Pendekatan sosial di sini dimaksudkan adalah pendekatan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap khalayak masyarakat di tempat KKNM dilakukan, sehingga mahasiswa tersebut mampu untuk menjalin komunikasi dan menumbuhkan partisipasi dari masyarakat sasaran kegiatan KKNM.
Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah mahasiswa harus sebanyak mungkin berusaha untuk dekat dengan masyarakat, yaitu dengan melihat berbagai kesamaan dirinya dengan masyarakat. Di samping itu agar dapat tumbuh komunikasi yang efektif, maka mahasiswa tersebut harus berusaha memupuk kemampuan dirinya dalam berempati terhadap sasaran, sehingga dapat mengenal dengan lebih baik kebutuhan, sikap, kepercayaan dan norma-norma dari sasaran. Di dalam rangka memperoleh pengakuan dan dukungan dari masyarakat, maka mahasiswapun haruslah dapat menjalin atau mendekati orang-orang yang ditokohkan atau yang menjadi pemimpin opini di masyarakat, baik yang berasal dari lembaga formal seperti kepala desa, ketua BPD atau ketua LKMD maupun dari tokoh-tokoh informal. Selanjutnya di dalam memperlancar pelaksanaan kegiatan KKNM yang akan dilakukan, maka mahasiswa harus pula dapat mengenal dan mengapresiasi para petugas dari dinas instansi terkait yang ada di desa dimana KKNM dilaksanakan.
Model Perubahan
Untuk terjadinya perubahan pada khalayak sasaran dari kegiatan KKNM yang akan dilakukan secara teoritis dikenal ada beberapa model yang bisa digunakan, yaitu:
1. Model perubahan dari Goodenough, yang menekankan kerjasama antara agen pembaharu dengan warga masyarakat agar terjadi perubahan kebiasaan, sehingga dapat diadakan perubahan lingkungan masyarakat.
2. Model perubahan tingkah laku dari Kunkel, yang menekankan terciptanya proses belajar dalam konteks sosial agar terjadi perubahan tingkah laku sehingga terjadi pembaharuan.
3. Model reformasi dari Niehoff, yang beranjak dari adanya gagasan atau rencana yang diperkenalkan oleh pembawa inovasi kepada warga masyarakat, sehingga dari interaksi tersebut akan terjadi integrasi baru.
4. Model orientasi proses dari Batten, yang menekankan pentingnya perubahan sikap dan tingkah laku, yang pada gilirannya menggugah partisipasi warga masyarakat untuk melaksanakan pembaharuan. Perubahan sikap dan tingkah laku dihasilkan oleh proses pendidikan dan pengorganisasian sebagai hasil komunikasi dan kerjasama pekerja agen perubah dengan warga masyarakat itu sendiri.
Dilihat dari mana sumber terjadinya perubahan, maka dikenal empat jenis perubahan sosial, yaitu:
1. Perubahan imanen tidak terinduksi, yaitu jika anggota sistem sosial menciptakan dan mengembangkan ide baru tanpa pengaruh dari luar.
2. Perubahan imanen terinduksi, yaitu jika anggota sistem sosial menciptakan dan mengembangakan ide baru dengan sedikit pengaruh dari pihak luar.
3. Perubahan kontak selektif, yaitu terjadi jika anggota sistem sosial terbuka pada pengaruh dari luar dan menerima atau menolak ide baru itu berdasarkan kebutuhan yang mereka rasakan sendiri.
4. Perubahan kontak terarah atau perubahan berencana, yaitu perubahan yang disengaja dengan adanya orang luar atau sebagian anggota sistem bertindak sebagai agen pembaharu yang secara intensif berusaha memperkenalkan ide-ide baru untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh lembaga dari luar.
Sistem pendidikan formal dan non formal termasuk di dalamnya kegiatan penyuluhan merupakan bentuk dari perubahan berencana. Di dalam perubahan berencana, yang sangat penting adalah dimensi waktu. Dengan perubahan berencana akan memungkinkan perubahan dapat cepat terjadi sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. KKNM dapat dikelompokkan sebagai bagian dari bentuk perubahan kontak terarah atau perubahan berencana, karena di dalam penyusunan programnya selain memperhatikan dimensi waktu agar terjadi perubahan sebagaimana diharapkan juga didasarkan atas keadaan dan kebutuhan dari khalayak sasaran, mahasiswa adalah orang di luar sistem sosial yang dapat berperan sebagai agen pembaharu.
Penyuluhan
Salah bentuk kegiatan yang secara nyata dapat dilakukan oleh mahasiswa di dalam melaksanakan KKMnya adalah penyuluhan. Penyuluhan merupakan salah satu bentuk kongkrit dari pelaksanaan model-model perubahan khalayak masyarakat. Penyuluhan pada dasarnya adalah suatu sistem pendidikan non formal atau luar sekolah, bagi tua dan muda yang dilaksanakan dengan belajar sambil mengerjakan (learning by doing) agar khalayak sasaran berubah perilakunya, sehingga mau dan mampu berperan sesuai dengan kedudukannya, serta mampu mengatasi masalah yang dihadapinya. Perubahan perilaku yang dimaksud adalah terjadinya perubahan di dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagaimana yang diharapkan.
Dilihat dari metodenya atau cara mempertemukan penyuluh dengan khalayak sasaran yang disuluh dikenal ada tiga metode penyuluhan, yaitu:
1. Metode pendekatan masal. Metode ini tepat di dalam menggugah kesadaran dan ketertarikan khalayak sasaran terhadap suatu inovasi. Yang termasuk metode ini adalah ceramah atau rapat, siaran pedesaan, pertunjukan film, penyebaran brosur dan pameran.
2. Metode pendekatan kelompok. Metode ini tepat di dalam menumbuhkan kemampuan evaluatif atau penilaian dan dalam memberikan rangsangan pada khalayak sasaran penyuluhan agar mencoba suatu inovasi. Contoh dari metode ini adalah diskusi kelompok, kursus tani, demonstrasi plot (demplot), karyawisata, temu lapang.
3. Metode pendekatan perorangan. Metode ini tepat di dalam memberikan keyakinan kepada khalayak sasaran agar mau menerapkan suatu inovasi. Contoh dari metode ini adalah kunjungan rumah atau anjangsana, anjangkarya, surat-menyurat dan hubungan telpon.
Beberapa Metode Penyuluhan
1. Anjangsana, anjangkarya
Anjangsana adalah kunjungan ke rumah terutama pada tokoh tani agar mau menjadi penyuluh sukarela bagi anggota masyarakat di lingkungan pengaruhnya. Sedangkan anjangkarya adalah kunjungan ke lahan tani agar petani mampu melaksanakan contoh penerapan inovasi yang direkomendasikan.
2. Pertemuan umum, ceramah, diskusi
Pada pertemuan umum pesertanya campuran dan banyak, sedangkan informasinya tertentu untuk dipertimbangkan lagi dan dilaksanakan kemudian hari. Pada ceramah, pesertanya lebih homogen, baik dalam pengetahuan maupun kepentingannya. Materi yang disampaikan lebih spesifik dan lebih mendalam, dapat segera dipertimbangkan untuk pengadopsiannya. Pada diskusi, para pesertanya lebih terbatas dan terjadi tukar pendapat, baik pengetahuan maupun pengalamannya. Metode diskusi dipandang efektif dan efisien di dalam menumbuhkan kreativitas dan tanggungjawab dan mempercapat proses adopsi karena terjadi interaksi diantara anggota kelompok.
3. Demonstrasi cara dan hasil
Metode ini dapat mempertunjukkan cara-cara atau hasil dari cara tersebut yang dianjurkan dengan menggunakan teknologi baru. Demonstrasi cara bukan suatu percobaan tetapi suatu percontohan yang telah diyakini kebaikan dan keberhasilannya. Pada demonstrasi hasil dipertunjukkan hasil dari cara baru yang lebih meyakinkan dapat meningkatkan hasil dan cocok bagi daerah tersebut. Metode ini baik untuk menambah pengetahuan, mengubah sikap dan menambah keterampilan peserta demonstrasi. Kegiatan ini memerlukan persiapan yang matang, baik tempat, waktu maupun sarana penunjangnya.
4. Karyawisata atau widiawisata
Metode ini adalah metode kelompok yang berkarya sambil berwisata atau menambah ilmu sambil berwisata. Tajuannya adalah memahami sesuatu cara usahatani yang berhasil di daerah lain yang kondisi alamnya identik dengan keadaan alam tempat asal para peserta widiawisata.
5. Kursus tani
Metode ini adalah proses belajar mengajar di ruangan kelas dan di lapangan dengan pendekatan kelompok, biasa terhadap tokoh-tokoh tani atau orang yang dianggap potensial untuk bisa menyebarkan inovasi pada anggota yang lainnya. Dari hasil belajar mereka diharapkan dapat menerapkan di lingkungannya agar dapat dicontoh oleh petani disekitarnya.
Metode pameran adalah untuk memperlihatkan secara sistematis tentang model, contoh, barang, peta, grafik, gambar benda hidup sebagai hasil dari suatu kegiatan yang dianjurkan. Pameran meliputi tiga tahap maksud komunikasi, yaitu: menarik perhatian, menggugah hati, dan membangkitkan keinginan.
7. Siaran melalui radio
Metode ini ditujukan khusus kepada petani dan keluarganya yang dapat mendengarkan acara siaran melalui radio dengan topic-topik pembicaraan tertentu. Agar metode ini lebih efektif, sebaiknya dikembangkan melalui pembinaan kelompok pendengar yang melakukan diskusi kelompok di tempat kediamannya.
8. Kampanye
Kampanye biasanya dilakukan dalam satu wilayah dan jangka waktu tertentu apabila terdesak untuk melakukan sesuatu bagi kepentingan masyarakat. Syarat agar kegiatan tersebut berhasil, maka kampanye harus bermata acara tunggal dan dilancarkan sebagai jawaban terhadap masalah yang dihadapi bersama oleh sebagian besar petani.
Daftar Pustaka
Abdillah H. 1987. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. Penerbit Usaha Nasional,
Belli, TB. 1991. Penyuluhan Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran
Faraz Umar. 1986. Tujuan dan Khalayak Sasaran Pengabdian pada Masyarakat. Pada Metodologi Pengabdian pada Masyarakat oleh Perguruan Tinggi. Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
Margono, S. 1986. Metodologi Pengabdian pada Masyarakat oleh Perguruan Tinggi. Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
Sugarda, T.J. dan R.S. Iskandar. 1980. Dasar-dasar Ilmu Penyuluhan Pertanian. Badan Penerbit dan Bursa Buku, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran,
Perencanaan Progam
PERENCANAAN PROGRAM KKNM
Pengertian Perencanaan Program
Perencanaan program KKNM adalah suatu proses pengambilan keputusan yang akan dilaksanakan di dalam kegiatan KKNM, apa yang ingin dicapai, dan mengapa hal itu harus dilakukan. Atau suatu proses pembuatan keputusan tentang arah dan intensitas kegiatan KKNM, yang didasarkan pada prioritas masalah yang hendak dipecahkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Untuk memenuhi persyaratan prinsip-prinsip perencanaan program KKNM yang baik, maka setiap penyusunan program perlu memperhatikan beberapa filosofi sebagai berikut:
1. Bekerja berdasarkan kebutuhan yang dirasakan sasaran (felt need). Artinya program dirumuskan harus bertolah dari kebutuhan yang dirasakan masyarakat, jika ada kebutuhan nyata (real need) harus diupayakan menjadi kebutuhan yang dirasakan.
2. Nilai-nilai dalam masyarakat harus dipertimbangkan selayaknya. Artinya rumusan program harus mencakup dan mempertimbangkan nilai-nilai kerjasama, keputusan kelompok, tanggungjawab sosial, kepercayaan masyarakat.
3. Membantu dirinya sendiri (self help). Artinya secara nyata warga masyarakat harus diarahkan untuk mau dan mampu merencanakan dan melaksanakan sendiri setiap pekerjaan yang diupayakan untuk memecahkan masalah mereka sendiri yang akan dirumuskan dalam program.
4. Masyarakat adalah sumber daya yang terbesar. Artinya dalam perumusan program harus sebesar-besarnya memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di masyarakat sendiri.
Pengertian Program
Program secara umum dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh dari seluruh aktivitas perencanaan program yang melibatkan agen pengembang program dan khalayak sasaran program. Secara operasional program KKNM adalah bentuk pernyataan tertulis dari rencana kegiatan yang akan dilakukan yang memuat tentang keadaan, masalah, tujuan dan cara mencapai tujuan yang disusun secara sistematis. Maksud dari keadaan adalah data tentang kebijakan pembangunan, keadaan monografi desa, keadaan spesifik dari khalayak sasaran yang akan menjadi subjek pengembangan program. Maksud dari masalah adalah keadaan yang harus diatasi atau hal yang menjadi prioritas untuk dipecahkan. Maksud dari tujuan adalah keadaan tertentu dari sasaran yang ingin dicapai melalui pelaksanaan kegiatan program sebagai upaya memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Maksud dari cara mencapai tujuan adalah metode yang dapat digunakan untuk mencapai keadaan baru yang diharapkan dari sasaran program. Maksud dari sistematis adalah tersusun sebagai suatu urutan yang logis.
Program KKNM harus dibuat tertulis, karena dengan tertulis akan: (1) memudahkan koordinasi kerja dengan berbagai pihak yang terkait dengan dalam pelaksanaan program, (2) memudahkan pelaksanaan efisiensi dari segi tenaga, biaya dan waktu yang disesuaikan dengan kemampuan dan kesempatan yang tersedia, (3) memudahkan mengadakan revisi karena keadaan berubah, yang memerlukan perubahan metode untuk pencapaian tujuan tertentu, (4) memudahkan mengadakan evaluasi untuk perbaikan program beriktunya, dan (5) memudahkan dalam mengadakan dan melanjutkan kegiatan program apabila ada kegiatan KKNM berikutnya.
Proses Perencanaan Program KKNM
1. Tahap I: Penetapan keadaan
-Pengumpulan data situasi (kebijakan pembangunan di pemerintahan desa setempat, monografi wilayah kerja, keadaan spesifik dari anggota masyarakat yang menjadi khalayak sasaran kegiatan)
-Penganalisaan data situasi sehingga diperoleh keadaan aktual yang terjadi
2. Tahap II: Penetapan Masalah
-Merumuskan keadaan yang tidak memuaskan
-Menetapkan faktor penyebab keadaan yang tidak memuaskan
-Membuat daftar urutan prioritas masalah yang akan dipecahkan
Kegiatan tahap I dan Tahap II ini merupakan hasil dari kegiatan yang dilaksanakan pada pengkajian keadaan desa.
3. Tahap III: Penetapan Tujuan
-Merumuskan tujuan umum program
-Merumuskan tujuan kegiatan program
4. Tahap IV: Penetapan cara mencapai tujuan
-Menetapkan metode yang diperkirakan paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.
-Menyusun daftar acara kegiatan program
5. Tahap V: Penetapan Rencana Evaluasi
-Merencanakan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan program (tingkat pencapaian tujuan dari tiap kegiatan dalam program).
Contoh Sistematika Penulisan Rencana Program KKNM
Halaman muka:judul
Halaman kedua: lembar pengesahan (DPL dan kepala desa/kelurahan)
Halaman I : Kata pengantar
Halaman ii: Daftar isi
-Latar belakang pelaksanaan KKNM
-Identifikasi masalah desa/kelurahan
-Tujuan/manfaat program kegiatan
Bab II Rencana kegiatan:
-Jenis kegiatan yang akan dilakukan
-Rencana pelaksanaan kegiatan (tempat, pelaksana, biaya dan sarana dll)
-Jadwal kegiatan (urutan waktu kegiatan secara kronologis)
Bab III. Rencana Evaluasi
- Indikator pencapaian tujuan kegiatan
LAMPIRAN: Peta/modul dll.
Rencana program KKNM tersebut harus di presentasikan pada pertemuan atau rapat yang sekurang-kurangnya dihadiri oleh wakil dari pemerintahan setempat dan unsur-unsur dari anggota masyarakat yang strategis, sehingga rencana program KKNM tersebut memperoleh pengakuan dan dukungan sepenuhnya. Dalam kesempatan inipun dapat digunakan sebagai upaya lebih menyempurnakan rencana kegiatan KKNM yang akan dilakukan.
Daftar Pustaka
Belli, TB. 1991. Penyuluhan Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran
Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian.
