Selasa, 12 Januari 2010

Hasil Survey Awal ke KAMARUNG

Assalamu'alaikum wr. wb.

Hasil survey awal KKN ke Desa Kamarung:
1. Jarak dari Subang 15 Km. (sekitar 4 jam dari Jatinangor perjalanan dengan BUS (3 jam ke Subang, 1 jam ke lokasi)
2. Di Peta, Kamarung terletak di pinggir jalan. Saya tidak sempat ke lokasi KKN tetapi sempat bertemu bu Lurah.
3. Bu Lurah menjanjikan akan mencarikan tempat tinggal yang biayanya sekitar Rp. 750 ribu per rumah. Ada kemungkinan mahasiswa akan dibagi ke dalam 2 rumah. Siap-siap untuk Rp. 100rb per orang untuk tempat tinggal.
4. Untuk urusan makan, bisa masak atau bisa minta dimasakkan. Silahkan negosiasi sendiri.
5. Potensi daerah Kamarung adalah industri dan niaga.
6. Udara: tidak sedingin Jatinangor.
7. Jarak ke lokasi wisata Pamanukan: 25 KM.
8. Jarak ke lokasi Air Ajaib: 5 KM.
9. Penginapan terdekat, Hotel Bangun Plaza, Pagaden, dengan room rate: 1. 70rb: kipas angin No-TV, 2. 85 rb Kipas angin + TV, 3. 100rb, kamar besar+TV, dan 4. 150 rb AC + TV.

Program yang dititipkan dosen: Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah.

Waktu: hari kerja, Rabu atau Kamis. Minggu kedua atau ketiga KKN.

Pelaksanaan di Desa SUKAMULYA karena Desa Sukamulya adalah sentra pendidikan di Kec. Pagaden.


Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Hasil Survey Awal ke Sukamulya

Assalamu'alaikum wr. wb.

Hasil survey awal KKN ke Desa Sukamulya:
1. Jarak dari Subang 15 Km. (sekitar 4 jam dari Jatinangor perjalanan dengan BUS (3 jam ke Subang, 1 jam ke lokasi)
2. Jarak dari Kantor Desa ke jalan raya sekitar 200 M.
3. Kepala Desa Baru akan dilantik hari ini (Rabu, 13 Jan 2010) jadi saya baru bertemu Kepala Urusan KKN Desa Sukamulya, yang sudah biasa mengurus kegiatan KKN Mahasiswa.
Beliau menjanjikan akan mencarikan tempat tinggal yang biayanya sekitar Rp. 600-750 ribu per rumah. Ada kemungkinan mahasiswa akan dibagi ke dalam 2 rumah. Siap-siap untuk Rp. 100rb per orang untuk tempat tinggal.
4. Untuk urusan makan, bisa masak atau bisa minta dimasakkan. Silahkan negosiasi sendiri.
5. Potensi daerah Sukamulya adalah industri dan pendidikan, SMA kecamatan Pagaden terletak di Sukamulya.
6. Udara: tidak sedingin Jatinangor.
7. Jarak ke lokasi wisata Pamanukan: 25 KM.
8. Jarak ke lokasi Air Ajaib: 5 KM.
9. Penginapan terdekat, Hotel Bangun Plaza, Pagaden, dengan room rate: 1. 70rb: kipas angin No-TV, 2. 85 rb Kipas angin + TV, 3. 100rb, kamar besar+TV, dan 4. 150 rb AC + TV.

Program yang dititipkan dosen: Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah.
Waktu: hari kerja prefer Rabu atau Kamis. Minggu kedua atau ketiga KKN.

Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr. wb.


Minggu, 10 Januari 2010

Pemetaan Sosial oleh Mahasiswa

Contoh gambar pemetaan sosial daerah akan diberikan kepada kordes pada Pembekalan KKNM pada hari Rabu, 13 Januari 2010.
Contoh Pemetaan Desa

PENDEKATAN SOSIAL, MODEL PERUBAHAN dan PENYULUHAN

Pendekatan Sosial

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKNM sebagai bagian dari anggota lembaga pembaharu, yaitu perguruan tinggi tempat dimana menempuh strudinya tentunya harus menyadari dari sejak awal bahwa untuk keberhasilan kegiatan KKNMnya, haruslah mampu untuk menjalin komunikasi atau melakukan pendekatan terhadap khalayak masyarakat sasarannya. Pendekatan sosial di sini dimaksudkan adalah pendekatan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap khalayak masyarakat di tempat KKNM dilakukan, sehingga mahasiswa tersebut mampu untuk menjalin komunikasi dan menumbuhkan partisipasi dari masyarakat sasaran kegiatan KKNM.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam melaksanakan pendekatan terhadap masyarakat ini, yang utama adalah bahwa masyarakat sasaran harus dijadikan subjek dan bukan objek dari kegiatan yang akan dilakukan di dalam KKNM. Oleh karenanya masyarakat harus sebanyak mungkin dan sejauh mungkin dilibatkan dalam kegiatan, termasuk dalam proses perencanaan program.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah mahasiswa harus sebanyak mungkin berusaha untuk dekat dengan masyarakat, yaitu dengan melihat berbagai kesamaan dirinya dengan masyarakat. Di samping itu agar dapat tumbuh komunikasi yang efektif, maka mahasiswa tersebut harus berusaha memupuk kemampuan dirinya dalam berempati terhadap sasaran, sehingga dapat mengenal dengan lebih baik kebutuhan, sikap, kepercayaan dan norma-norma dari sasaran. Di dalam rangka memperoleh pengakuan dan dukungan dari masyarakat, maka mahasiswapun haruslah dapat menjalin atau mendekati orang-orang yang ditokohkan atau yang menjadi pemimpin opini di masyarakat, baik yang berasal dari lembaga formal seperti kepala desa, ketua BPD atau ketua LKMD maupun dari tokoh-tokoh informal. Selanjutnya di dalam memperlancar pelaksanaan kegiatan KKNM yang akan dilakukan, maka mahasiswa harus pula dapat mengenal dan mengapresiasi para petugas dari dinas instansi terkait yang ada di desa dimana KKNM dilaksanakan.


Model Perubahan

Untuk terjadinya perubahan pada khalayak sasaran dari kegiatan KKNM yang akan dilakukan secara teoritis dikenal ada beberapa model yang bisa digunakan, yaitu:

1. Model perubahan dari Goodenough, yang menekankan kerjasama antara agen pembaharu dengan warga masyarakat agar terjadi perubahan kebiasaan, sehingga dapat diadakan perubahan lingkungan masyarakat.

2. Model perubahan tingkah laku dari Kunkel, yang menekankan terciptanya proses belajar dalam konteks sosial agar terjadi perubahan tingkah laku sehingga terjadi pembaharuan.

3. Model reformasi dari Niehoff, yang beranjak dari adanya gagasan atau rencana yang diperkenalkan oleh pembawa inovasi kepada warga masyarakat, sehingga dari interaksi tersebut akan terjadi integrasi baru.

4. Model orientasi proses dari Batten, yang menekankan pentingnya perubahan sikap dan tingkah laku, yang pada gilirannya menggugah partisipasi warga masyarakat untuk melaksanakan pembaharuan. Perubahan sikap dan tingkah laku dihasilkan oleh proses pendidikan dan pengorganisasian sebagai hasil komunikasi dan kerjasama pekerja agen perubah dengan warga masyarakat itu sendiri.

Dilihat dari mana sumber terjadinya perubahan, maka dikenal empat jenis perubahan sosial, yaitu:

1. Perubahan imanen tidak terinduksi, yaitu jika anggota sistem sosial menciptakan dan mengembangkan ide baru tanpa pengaruh dari luar.

2. Perubahan imanen terinduksi, yaitu jika anggota sistem sosial menciptakan dan mengembangakan ide baru dengan sedikit pengaruh dari pihak luar.

3. Perubahan kontak selektif, yaitu terjadi jika anggota sistem sosial terbuka pada pengaruh dari luar dan menerima atau menolak ide baru itu berdasarkan kebutuhan yang mereka rasakan sendiri.

4. Perubahan kontak terarah atau perubahan berencana, yaitu perubahan yang disengaja dengan adanya orang luar atau sebagian anggota sistem bertindak sebagai agen pembaharu yang secara intensif berusaha memperkenalkan ide-ide baru untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh lembaga dari luar.

Sistem pendidikan formal dan non formal termasuk di dalamnya kegiatan penyuluhan merupakan bentuk dari perubahan berencana. Di dalam perubahan berencana, yang sangat penting adalah dimensi waktu. Dengan perubahan berencana akan memungkinkan perubahan dapat cepat terjadi sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. KKNM dapat dikelompokkan sebagai bagian dari bentuk perubahan kontak terarah atau perubahan berencana, karena di dalam penyusunan programnya selain memperhatikan dimensi waktu agar terjadi perubahan sebagaimana diharapkan juga didasarkan atas keadaan dan kebutuhan dari khalayak sasaran, mahasiswa adalah orang di luar sistem sosial yang dapat berperan sebagai agen pembaharu.


Penyuluhan

Salah bentuk kegiatan yang secara nyata dapat dilakukan oleh mahasiswa di dalam melaksanakan KKMnya adalah penyuluhan. Penyuluhan merupakan salah satu bentuk kongkrit dari pelaksanaan model-model perubahan khalayak masyarakat. Penyuluhan pada dasarnya adalah suatu sistem pendidikan non formal atau luar sekolah, bagi tua dan muda yang dilaksanakan dengan belajar sambil mengerjakan (learning by doing) agar khalayak sasaran berubah perilakunya, sehingga mau dan mampu berperan sesuai dengan kedudukannya, serta mampu mengatasi masalah yang dihadapinya. Perubahan perilaku yang dimaksud adalah terjadinya perubahan di dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagaimana yang diharapkan.

Dilihat dari metodenya atau cara mempertemukan penyuluh dengan khalayak sasaran yang disuluh dikenal ada tiga metode penyuluhan, yaitu:

1. Metode pendekatan masal. Metode ini tepat di dalam menggugah kesadaran dan ketertarikan khalayak sasaran terhadap suatu inovasi. Yang termasuk metode ini adalah ceramah atau rapat, siaran pedesaan, pertunjukan film, penyebaran brosur dan pameran.

2. Metode pendekatan kelompok. Metode ini tepat di dalam menumbuhkan kemampuan evaluatif atau penilaian dan dalam memberikan rangsangan pada khalayak sasaran penyuluhan agar mencoba suatu inovasi. Contoh dari metode ini adalah diskusi kelompok, kursus tani, demonstrasi plot (demplot), karyawisata, temu lapang.

3. Metode pendekatan perorangan. Metode ini tepat di dalam memberikan keyakinan kepada khalayak sasaran agar mau menerapkan suatu inovasi. Contoh dari metode ini adalah kunjungan rumah atau anjangsana, anjangkarya, surat-menyurat dan hubungan telpon.


Beberapa Metode Penyuluhan

1. Anjangsana, anjangkarya

Anjangsana adalah kunjungan ke rumah terutama pada tokoh tani agar mau menjadi penyuluh sukarela bagi anggota masyarakat di lingkungan pengaruhnya. Sedangkan anjangkarya adalah kunjungan ke lahan tani agar petani mampu melaksanakan contoh penerapan inovasi yang direkomendasikan.

2. Pertemuan umum, ceramah, diskusi

Pada pertemuan umum pesertanya campuran dan banyak, sedangkan informasinya tertentu untuk dipertimbangkan lagi dan dilaksanakan kemudian hari. Pada ceramah, pesertanya lebih homogen, baik dalam pengetahuan maupun kepentingannya. Materi yang disampaikan lebih spesifik dan lebih mendalam, dapat segera dipertimbangkan untuk pengadopsiannya. Pada diskusi, para pesertanya lebih terbatas dan terjadi tukar pendapat, baik pengetahuan maupun pengalamannya. Metode diskusi dipandang efektif dan efisien di dalam menumbuhkan kreativitas dan tanggungjawab dan mempercapat proses adopsi karena terjadi interaksi diantara anggota kelompok.

3. Demonstrasi cara dan hasil

Metode ini dapat mempertunjukkan cara-cara atau hasil dari cara tersebut yang dianjurkan dengan menggunakan teknologi baru. Demonstrasi cara bukan suatu percobaan tetapi suatu percontohan yang telah diyakini kebaikan dan keberhasilannya. Pada demonstrasi hasil dipertunjukkan hasil dari cara baru yang lebih meyakinkan dapat meningkatkan hasil dan cocok bagi daerah tersebut. Metode ini baik untuk menambah pengetahuan, mengubah sikap dan menambah keterampilan peserta demonstrasi. Kegiatan ini memerlukan persiapan yang matang, baik tempat, waktu maupun sarana penunjangnya.

4. Karyawisata atau widiawisata

Metode ini adalah metode kelompok yang berkarya sambil berwisata atau menambah ilmu sambil berwisata. Tajuannya adalah memahami sesuatu cara usahatani yang berhasil di daerah lain yang kondisi alamnya identik dengan keadaan alam tempat asal para peserta widiawisata.

5. Kursus tani

Metode ini adalah proses belajar mengajar di ruangan kelas dan di lapangan dengan pendekatan kelompok, biasa terhadap tokoh-tokoh tani atau orang yang dianggap potensial untuk bisa menyebarkan inovasi pada anggota yang lainnya. Dari hasil belajar mereka diharapkan dapat menerapkan di lingkungannya agar dapat dicontoh oleh petani disekitarnya.

6. Pameran

Metode pameran adalah untuk memperlihatkan secara sistematis tentang model, contoh, barang, peta, grafik, gambar benda hidup sebagai hasil dari suatu kegiatan yang dianjurkan. Pameran meliputi tiga tahap maksud komunikasi, yaitu: menarik perhatian, menggugah hati, dan membangkitkan keinginan.

7. Siaran melalui radio

Metode ini ditujukan khusus kepada petani dan keluarganya yang dapat mendengarkan acara siaran melalui radio dengan topic-topik pembicaraan tertentu. Agar metode ini lebih efektif, sebaiknya dikembangkan melalui pembinaan kelompok pendengar yang melakukan diskusi kelompok di tempat kediamannya.

8. Kampanye

Kampanye biasanya dilakukan dalam satu wilayah dan jangka waktu tertentu apabila terdesak untuk melakukan sesuatu bagi kepentingan masyarakat. Syarat agar kegiatan tersebut berhasil, maka kampanye harus bermata acara tunggal dan dilancarkan sebagai jawaban terhadap masalah yang dihadapi bersama oleh sebagian besar petani.


Daftar Pustaka

Abdillah H. 1987. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. Penerbit Usaha Nasional, Surabaya.

Belli, TB. 1991. Penyuluhan Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung.

Faraz Umar. 1986. Tujuan dan Khalayak Sasaran Pengabdian pada Masyarakat. Pada Metodologi Pengabdian pada Masyarakat oleh Perguruan Tinggi. Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Margono, S. 1986. Metodologi Pengabdian pada Masyarakat oleh Perguruan Tinggi. Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Sugarda, T.J. dan R.S. Iskandar. 1980. Dasar-dasar Ilmu Penyuluhan Pertanian. Badan Penerbit dan Bursa Buku, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung.


Perencanaan Progam

PERENCANAAN PROGRAM KKNM


Pengertian Perencanaan Program

Perencanaan program KKNM adalah suatu proses pengambilan keputusan yang akan dilaksanakan di dalam kegiatan KKNM, apa yang ingin dicapai, dan mengapa hal itu harus dilakukan. Atau suatu proses pembuatan keputusan tentang arah dan intensitas kegiatan KKNM, yang didasarkan pada prioritas masalah yang hendak dipecahkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Untuk memenuhi persyaratan prinsip-prinsip perencanaan program KKNM yang baik, maka setiap penyusunan program perlu memperhatikan beberapa filosofi sebagai berikut:

1. Bekerja berdasarkan kebutuhan yang dirasakan sasaran (felt need). Artinya program dirumuskan harus bertolah dari kebutuhan yang dirasakan masyarakat, jika ada kebutuhan nyata (real need) harus diupayakan menjadi kebutuhan yang dirasakan.

2. Nilai-nilai dalam masyarakat harus dipertimbangkan selayaknya. Artinya rumusan program harus mencakup dan mempertimbangkan nilai-nilai kerjasama, keputusan kelompok, tanggungjawab sosial, kepercayaan masyarakat.

3. Membantu dirinya sendiri (self help). Artinya secara nyata warga masyarakat harus diarahkan untuk mau dan mampu merencanakan dan melaksanakan sendiri setiap pekerjaan yang diupayakan untuk memecahkan masalah mereka sendiri yang akan dirumuskan dalam program.

4. Masyarakat adalah sumber daya yang terbesar. Artinya dalam perumusan program harus sebesar-besarnya memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di masyarakat sendiri.


Pengertian Program

Program secara umum dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh dari seluruh aktivitas perencanaan program yang melibatkan agen pengembang program dan khalayak sasaran program. Secara operasional program KKNM adalah bentuk pernyataan tertulis dari rencana kegiatan yang akan dilakukan yang memuat tentang keadaan, masalah, tujuan dan cara mencapai tujuan yang disusun secara sistematis. Maksud dari keadaan adalah data tentang kebijakan pembangunan, keadaan monografi desa, keadaan spesifik dari khalayak sasaran yang akan menjadi subjek pengembangan program. Maksud dari masalah adalah keadaan yang harus diatasi atau hal yang menjadi prioritas untuk dipecahkan. Maksud dari tujuan adalah keadaan tertentu dari sasaran yang ingin dicapai melalui pelaksanaan kegiatan program sebagai upaya memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Maksud dari cara mencapai tujuan adalah metode yang dapat digunakan untuk mencapai keadaan baru yang diharapkan dari sasaran program. Maksud dari sistematis adalah tersusun sebagai suatu urutan yang logis.

Program KKNM harus dibuat tertulis, karena dengan tertulis akan: (1) memudahkan koordinasi kerja dengan berbagai pihak yang terkait dengan dalam pelaksanaan program, (2) memudahkan pelaksanaan efisiensi dari segi tenaga, biaya dan waktu yang disesuaikan dengan kemampuan dan kesempatan yang tersedia, (3) memudahkan mengadakan revisi karena keadaan berubah, yang memerlukan perubahan metode untuk pencapaian tujuan tertentu, (4) memudahkan mengadakan evaluasi untuk perbaikan program beriktunya, dan (5) memudahkan dalam mengadakan dan melanjutkan kegiatan program apabila ada kegiatan KKNM berikutnya.


Proses Perencanaan Program KKNM

Ada beberapa tahapan yang dilakukan didalam menyusun program KKNM sehingga tujuan dapat tercapai, yaitu:

1. Tahap I: Penetapan keadaan

-Pengumpulan data situasi (kebijakan pembangunan di pemerintahan desa setempat, monografi wilayah kerja, keadaan spesifik dari anggota masyarakat yang menjadi khalayak sasaran kegiatan)

-Penganalisaan data situasi sehingga diperoleh keadaan aktual yang terjadi

2. Tahap II: Penetapan Masalah

-Merumuskan keadaan yang tidak memuaskan

-Menetapkan faktor penyebab keadaan yang tidak memuaskan

-Membuat daftar urutan prioritas masalah yang akan dipecahkan

Kegiatan tahap I dan Tahap II ini merupakan hasil dari kegiatan yang dilaksanakan pada pengkajian keadaan desa.

3. Tahap III: Penetapan Tujuan

-Merumuskan tujuan umum program

-Merumuskan tujuan kegiatan program

4. Tahap IV: Penetapan cara mencapai tujuan

-Menetapkan metode yang diperkirakan paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.

-Menyusun daftar acara kegiatan program

5. Tahap V: Penetapan Rencana Evaluasi

-Merencanakan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan program (tingkat pencapaian tujuan dari tiap kegiatan dalam program).


Contoh Sistematika Penulisan Rencana Program KKNM

Halaman muka:judul

Halaman kedua: lembar pengesahan (DPL dan kepala desa/kelurahan)

Halaman I : Kata pengantar

Halaman ii: Daftar isi


Bab I. Pendahuluan:

-Latar belakang pelaksanaan KKNM

-Identifikasi masalah desa/kelurahan

-Tujuan/manfaat program kegiatan


Bab II Rencana kegiatan:

-Jenis kegiatan yang akan dilakukan

-Rencana pelaksanaan kegiatan (tempat, pelaksana, biaya dan sarana dll)

-Jadwal kegiatan (urutan waktu kegiatan secara kronologis)


Bab III. Rencana Evaluasi

- Indikator pencapaian tujuan kegiatan


LAMPIRAN: Peta/modul dll.

Rencana program KKNM tersebut harus di presentasikan pada pertemuan atau rapat yang sekurang-kurangnya dihadiri oleh wakil dari pemerintahan setempat dan unsur-unsur dari anggota masyarakat yang strategis, sehingga rencana program KKNM tersebut memperoleh pengakuan dan dukungan sepenuhnya. Dalam kesempatan inipun dapat digunakan sebagai upaya lebih menyempurnakan rencana kegiatan KKNM yang akan dilakukan.


Daftar Pustaka

Belli, TB. 1991. Penyuluhan Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung.

Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University Press, Surakarta.

Sabtu, 09 Januari 2010

Survey ke Lokasi

HAL PENTING sehubungan dengan perjalanan ke lokasi:

1. Pihak LPPM tidak mengijinkan tetapi juga tidak melarang mahasiswa melakukan survey ke lokasi KKN atau pun ke Pantai Pondok Bali (lokasi wisata Subang).
Artinya, mahasiswa bisa saja melakukan survey ke lokasi dengan resiko sendiri.

2. Pihak LPPM tidak mengijinkan tetapi juga tidak melarang mahasiswa untuk membawa kendaraan sendiri ke lokasi KKN.
Sekali lagi dengan resiko ditanggung sendiri.

3. Bila akan membawa kendaraan sendiri, terutama pada saat pemberangkatan, tentunya HARUS melapor pada DPL, agar tidak dicari-cari.


PEMBERANGKATAN

Mahasiswa Kumpul pkl. 06.00
Di GOR PAKUAN Jatinangor - Di Bawah, dkt Gerbang Depan - bukan di GOR Santika Tanginas yang baru.

Rombongan Berangkat pkl. 07.00.
Keterlambatan tidak akan ditolerir. Silahkan menyusul sendiri ke lokasi.

Jumat, 08 Januari 2010

Pembekalan Rabu, 13 Januari 2010

Assalamu'alaikum, wr. wb.
Para peserta KKN di Sukamulya dan Kamaru. InsyaALLAH para DPL dari Kec. Pagaden baru akan berangkat ke lokasi hari Selasa, tanggal 12 Januari 2010.
Survey awal ke lokasi bertujuan untuk
1. perkelnalan antara Dosen Pembimbing Lapangan dengan Camat dan para Kepala Desa.
2. survey awal pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen (PKMD)
3. survey tempat tinggal peserta Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM)

Mengenai tempat tinggal:

Pada beberapa KKNM yang telah dilaksanakan, biasanya DPL, sebagai tamu, akan menanyakan kepada Kepala Desa, sebagai tuan rumah, mengenai pengaturan penempatan mahasiswa.

Beberapa kepala desa mungkin perlu berembuk dengan para Kepala Dusun mengenai pembagian pemondokan sehingga bisa saja tidak ada jawaban langsung di tempat siapa nantinya mahasiswa akan ditempatkan.

Pada KKN Juli-Agustus 2009 lalu, ada Kades yang menepati janji mencarikan tempat tinggal sesuai harapan DPL yaitu mahasiswa disebar di tiap dusun dan ikut tinggal di rumah penduduk sehingga biaya pemondokan dapat diminimalisir.

Ada juga Kades yang sejak awal menawarkan rumah untuk disewa (biaya ditanggung mahasiswa dengan harga nego). Jadi, walaupun DPL memohon agar mahasiswa bisa ditempatkan di rumah penduduk, akhirnya diperoleh akomodasi yang sangat minimal sehingga akhirnya mahasiswa memilih untuk menyewa rumah yang ditawarkan.

Sedikit sharing, saat saya KKN, kami disebar dirumah penduduk, semacam Home Stay, sehingga biaya yang dikeluarkan hanya untuk keperluan makan dan urunan listrik saja.

Mengenai Program Kerja

Sebagai mahasiswa yang dianggap sudah dewasa, kita benar-benar ditinggal sendiri untuk berusaha menyatu dengan masyarakat selama 2 bulan. Kita ikut masak bersama mereka, mengikuti kegiatan harian, dan bercengkerama saat malam tiba (:-D bahasa yang lebay).

Tetapi dengan menyatu itu justru kita bisa membuat program yang tidak memerlukan biaya banyak. Tidak ada pembelian barang (kecuali ATK untuk kegiatan program), tidak ada dangdutan ataupun layar tancap seperti yang dilakukan di desa sebelah. Program kita benar-benar untuk mengajak masyarakat mau memberdayakan diri sendiri.

Contoh program:
1. Memperbaiki MCK bersama, kita membuatkan konsep, masyarakat yang menyediakan bahan dan tenaga (kita ikut gotong royongnya). Karena MCK mereka terbuka, laki-laki dan perempuan bukan muhrim mandi bersama, kita konsepkan untuk menutup MCK, rakyat yang menyediakan dinding anyaman bambunya.

2. Mencari potensi daerah yang mungkin dikembangkan.
Karena banyak pohon bambu dan mereka sudah biasa mengerjakan aseupan maka program kita adalah meningkatkan kemampuan kerajinan anyaman bambu dengan memanggilkan pengrajin dari tetangga sebelah (Kampung Naga), bahkan hasil kerajinan yang baik hingga ikut dipasarkan ke Pasaraya (Jakarta). Pengrajin yang mengajarkan anyaman tidak

3. Pengajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas 6 SD yang sebentar lagi akan ke SMP. Bahkan salah seorang siswa tersebut akhirnya sangat tertarik untuk belajar (anak guru sih) hingga meneruskan SMA kelas Bahasa ke Bandung.

4. Mengajarkan Pengelolaan Perpustakaan Desa dan Koran Desa.

5. Penyuluhan Hukum, terutama pertanahan dan pembalakan liar. Apa pun yang kira-kira perlu untuk diketahui penduduk di daerah tersebut agar tidak gampang dibohongi.

Mengenai Ijin tidak mengikuti Pemberangkatan

Setiap DPL telah dibekali form IJIN bagi mahasiswa yang tidak bisa mengikuti pemberangkatan hari Jumat tanggal 15 Januari 2010. Silahkan mengisi form tersebut pada tanggal 13 Jan 2010. Atau menghubungi saya di
1. Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan, FIKOM, Gd. 3, Lt. 2. Jatinangor (Kamis, 14 Jan 2010) atau
2. di Ruang 207 (atau 208) lt.2, Gedung Perkuliahan Pasca Sarjana (samping Aula), Unpad Dipati Ukur pada hari Senin, 11 Januari 2010, jam 15.00-15.30.

Bekal Pemberangkatan

1. Saat pemberangkatan, Unpad menyediakan transportasi sampai ke DESA, jadi kalau tidak sampai ke desa kita harus bersama-sama menuntut transportasinya untuk mengantarkan sampai ke desa.
Kejadian Juli-Agustus, ada yang tidak sampai ke desa, sehingga mahasiswa harus menyewa TRUCK BERAS sendiri....

2. Unpad tidak menyediakan makan siang, hanya snack pagi (dulu sih roti dan air minum)

Selamat bersiap-siap, terutama untuk program.



Telepon Mahasiswa Kc. PAGADEN Ds. KAMARU

KAB. SUBANG, KEC. PAGADEN, DESA KAMARU

DPL: HERIKA RAINATHAMI, S.SOS., M.SI. (FIKOM)

NOTES:
Kalian bisa mengadakan pertemuan sebelum hari Rabu, 13 Januari 2010 untuk menentukan:
a. Kordes
b. Peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan program
c. Kumpulkan rencana Program yang ingin dilaksanakan oleh masing-masing fakultas.
hanya untuk memudahkan pada saat di lapangan tinggal memilih mana program yang
mungkin dan yang tidak mungkin dilaksanakan,
mana program yang lebih diperlukan dan mana yang bisa ditangguhkan.

1. AMANDA M. 0815 7388 8344 FH
2. WIDA F. 0813 2121 6217 FH
3. SELVYA W. 0856 2326 166 FH
4. MUNAWAR CHALIL 0852 9484 9063 FE
5. RIA TRIANTINI 0818 432 602 FE
6. NUNIEK D.R. 0813 2150 5022 FE (mengundurkan diri)
7. WILLY C.N. 0818 0944 8587 MIPA
8. IIN INDRIANI 0852 9455 5338 MIPA
9. RINDA O.P. 0852 2208 3687 FAPERTA
10. MAHARANI M. 0856 9707 0199 ISIP
11. AINUN YASMIN 0857 2222 7307 ISIP
12. DEVI N. 0857 2111 8848 ISIP
13. LEONITA 0857 2211 9824 ISIP
14. RESHA AYU 0856 9225 5539 FS
15. NOVIANA 0857 2312 0043 FS
16. NOFRI ANDIS 0856 5922 0788 IKOM
17. DESSY D.J. 0856 2416 7570 IKOM
18. DIAH ANGGRAENI 0813 2262 2256 GEOLOGI

Telepon Mahasiswa Kc. PAGADEN Ds. SUKAMULYA

KAB. SUBANG, KEC. PAGADEN, DESA SUKAMULYA

DPL: HERIKA RAINATHAMI, S.SOS., M.SI. (FIKOM)

NOTES:
Kalian bisa mengadakan pertemuan sebelum hari Rabu, 13 Januari 2010 untuk menentukan:
a. Kordes
b. Peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan program
c. Kumpulkan rencana Program yang ingin dilaksanakan oleh masing-masing fakultas.
hanya untuk memudahkan pada saat di lapangan tinggal memilih mana program yang
mungkin dan yang tidak mungkin dilaksanakan,
mana program yang lebih diperlukan dan mana yang bisa ditangguhkan.

1. DEDEN AC. 0856 108 3436 FH
2. SALMAN FARIZI 0857 2122 2421 FH
3. ZENES SAUT 0856 2403 1939 FH
4. ARYA KURNIAWAN 0819 3128 6864 FE
5. M. PRABOWO S. 022 9122 3020 FE
6. YUNIATI L. 0813 2231 6662 MIPA
7. RISKA C. 0813 2110 5999 ISIP
8. HERU WACHYUDIN 0856 2265 852 ISIP
9. WAHYU S. ISIP
10. BAHRIAWAN R.I. 0813 1467 8025 ISIP
11. WESI ILHAM FIRDAUS 0856 2402 3727 ISIP
12. DESI P. 0856 5907 7259 FS
13. RICO V. 0857 9302 1239 FS
14. ENDAH K. 0857 2413 7314 FS
15. ADITIA B. 0812 2360 061 FAPET
16. M. AZIS A. 0857 2002 0405 IKOM
17. TANRIANTO AP 0856 5934 6883 IKOM
18. ANGGA A.D. 0856 7555 996 IKOM
19. URAY W. 0813 9510 3548 GEOLOGI